Tuesday, April 10, 2007

ku coba lagi........
posted by anyer-beach @ 4/10/2007 09:48:00 AM  
Wednesday, September 27, 2006
Sebuah Pelajaran....

....udah hampir dua bulan di bumi yang lagi menunjukkan lukanya ini.
Porong,Sidoarjo. malam kelima di bulan suci Ramadhan...
debu bertebaran,merajai hari hari di sini.kemacetan menjadi langganan yang sangat biasa.apalagi bila jalur tol ditutup,diakibatkan tanggul pembendung lumpur jebol,atau bila sewaktu waktu massa menunjukkan ketidak puasannya...jalur satu-satunya penghubung Surabaya-Gempol(jalan raya Surabaya-Gempol)bisa dipastikan hampir lumpuh...kehidupan yang penuh tanda tanya dan kecemasan menunggu saat musim hujan datang.
Tugas yang memanggilku bisa disini,berbaur dengan masyarakat yang merasakan langsung dampak semburan lumpur...
rumah rumah tergenang air yang berwarna kemerahan dan bau,serta lumpur, yang kian hari bertambah tinggi kapasitasnya. Rumah dan tanah kelahiran mereka yang tergenang yang tinggal menunggu hari akan hilang dari pandangan.
Pernah ngobrol dengan salah satu perangkat desa Pajarakan (salah satu desa yang paling dekat dengan tanggul lumpur LAPINDO).
"Penyelesaiannya gak jelas mas,"
"kami gak puas dengan segala jawaban yang diberikan pihak Bupati..."
"Toh akhirnya kami masih seperti ini, seperti dibiarkan mati secara perlahan lahan..."
"Gak ada penyelesaian yang jelas yang di berikan buat kami,bagaimana dengan rumah, tanah kelahiran kami, dan sumber penghidupan kami selama ini..."
"Apa menunggu semuanya habis kebenem ama lumpur...?!"
Wajah-wajah tegang, wajah-wajah kalap, wajah-wajah pasrah itu yang tiap hari terlintas...
"...harus gimana lagi mas," di satu warung kopi disuatu pagi."wong yang ngerasain susahnya gak kita sendiri kok..."
"kalo mikirin rumah yang kelelep air ama lumpur terus bisa kurus kering,"
"...dibuat ketawa aja..."ketawa yang getir, sambil bapak setengah baya itu menyerup kopi panasnya.
Semburan Lumpur semakin hari semakin besar kapasitas semburannya, dari yang terakhir 50000 meter kubik perhari, saat ini udah mencapai 60000 lebih.
Cara terakhir untuk menyumpat semburan lumpur, yaitu Relief Well belum menunjukkan hasil.Tinggal ada dua kemungkinan yang salah satunya harus diambil, dan dua duanya beresiko mengorbankan kehidupan rakyat banyak.
Menambah ketinggian tanggul, mengikuti volume air dan lumpur yang bertambah tinggi, dan beresiko saat musim hujan datang akan jebol, dan mengorbankan rakyat banyak. Atau membuang lumpur dan air tadi kekali porong yang bermuara keselat madura.Yang jelas akan merusak lingkungan yang sangat parah, dan dampak akhirnya pada rakyat banyak juga...seperti buah simalakama,yang jelas harus mengambil keputusan yang tepat....
Belum lagi saat ini,perbedaan pendapat antara satu desa dengan desa lainnya, yang bisa menyulut keributan dan konflik. Desa yang satu merasa di rugikan dibanding dengan desa yang lainnya. Desa yang satu merasa di korbankan dibanding desa yang satunya lagi...
Korban jiwa udah berjatuhan, ada yang langsung akibat letusan yang terjadi di semburan lumpur, ada yang korban massa yang kalap, dan kecelakaan yang terjadi karena keletihan bekerja yang bisa 24 jam lebih secara nonstop,keletihan jiwa dan raga.
Bumi Porong-Sidoarjo, masih menunjukkan kemuakannya, kemuakan pada keserakahan-keserakahan manusia.Desa desa yang tergenangi, seperti desa para makhluk menyeramkam, kumuh dan kusam. Debu berterbangan merajalela ditingkahi bau uap semburan yang bila angin berhembus berbau gasoline...
entah sampai kapan....
posted by anyer-beach @ 9/27/2006 10:38:00 PM  
Thursday, June 08, 2006

....melangkahkan kaki dari satu babak ke babak lainnya, seperti bidak bidak catur yang di geser,penuh strategi mencari kemenangan....

dari mulai kelahiran putraku, Joe Fuad Hariri. 21 april kemaren,ada lagi tanggung jawab yang di percayakan padaku. Terimakasih aku masih di percaya ya Rob.
Kemudian menggeserkan bidak catur lagi kearah timur, menemui wanita yang menumpahkan darahnya untukku,ibuku,menemui adik perempuan dan suaminya, serta ponakan tercinta.mencari doa restu, sblm bergeser kekotak selanjutnya.
di sore itu, roda roda besi kembali membawaku untuk menikmati udara lain disisi barat pulau jawa ini,tempat dulu tanah yang pernah kutinggalkan, dan jejak jejak berceceran meninggalkan bekas tawa dan duka...
Hari ini aku masih disini,menemui bumi dan cahaya pagi.Mencoba melangkahkan bidak catur di petak kecil tanah yang mulai gersang dan berdebu.Banyak wajah-wajah baru yang terasa asing, namun tetap kusenyumi, satu dua menyapa, dan aku selalu bertanya siapa dia...??
Merunuti bumi yang dulu kukenal akrab, mencari celah, dari sekian celah yang mulai tertutup rapat, menghitam dan membatu...
Jangan melangkah mundur itu saja yang sering membuatku terus maju, dan keyakinan akan ada sebuah kekuatan besar yang menyutradarai semua ini. Sore ini aku masih disini,ntah esok pagi,bidak catur ini akan melangkah kemana lagi.

(untuk ibu dan keluarga di Surabaya, makasih doa restunya. Untuk istri dan putra putriku,doa kalian semangatku)
posted by anyer-beach @ 6/08/2006 05:52:00 PM  
Sunday, January 08, 2006

sore hari, menjelang malam minggu itu....
sepasang kaki baru aja menjejakkan kaki di stasiun bus dalam kota,stasiun bus kecil di ibukota negara Brunei ini.Menyapukan pandangan sejenak, kederetan saudara saudara sebangsa yang sering banyak disini, karena inilah sarana transfortasi terbaik, termurah dan tergampang yang bisa di jumpai untuk mengankut mereka pergi atau pulang setelah bekerja.Para driver bus dan kondekturnya, kebanyakan saudara setanah air juga, walau ada satu dua dari bangsa India atau Philipina, juga orang asli pribumi Brunei sendiri.
Dari bus station, sepasang kaki ini melangkah menaiki anak anak tangga bangunan sebelahnya,ada sesuatu yang aku cari.Mengisi malam minggu yang kadang sering membosankan ini, harus aku siasati.mencari beberapa cd bajakan, yang dengannya mudah-mudahan malam minggu ini lebih menyenangkan.
suasana mendung sore ini,dan selalu hampir begitu satu minggu ini di langit Bandar Seri Begawan.sore yang mendung selalu dibuka dengan gerimis,hujan,dan akhirnya dingin yang menusuk...
Beberapa buah cd udah aku kantongi,kembali mengayuhkan lagi sepasang kaki kejejeran bus bus warna biru itu.Melewati beberapa orang teman,dengan tegur sapa, senyum dan salam.
Meneruskan langkah keMushola,duduk dibangku panjang dengan seorang temen.Menunggu giliran untuk menunaikan sholat Ashar itu, berhubung musholanya sedikit kecil, jadi sering ngantri giliran dengan jamaah yang laen untuk sholat.
Seorang lelaki dan anaknya serta seorang wanita yang aku tebak ibu dari sikecil tadi melintasi di depanku, setelah sebelumnya megambil sandal yang tadi dilepasnya sebelum masuk mushola.Basa basi aku tersenyum ke si ibu sebelum sebelum ibu itu berlalu dengan sedikit tergesa rupanya...
sesaat kemudian seorang gadis berkerudung menyusul keluar dari ruang mushola itu, aku hanya sempat memperhatikan sesaat, setelah kemudian gadis tersebut dengan tergesa-gesa serta wajah bingung menanyakan keberadaan ibu beserta bapak dan anak kecilnya tadi padaku.
"Mas, saya keilangan tas saya,dan si ibu tadi yang mengambil saat saya sholat"
"karena saat saya sholat saya hanya berdua dngn ibu tadi,"
"Astagfirulloh...!!"
Bus station itu mulai ramai dengan kasak kusuk,orang orang pada berkumpul mengelilingi gadis malang itu. Ada informasi dari beberapa orang, bahwa ibu dan bapak serta anaknya itu tadi,dengan tergesa gesa manaiki taksi setelah dari mushola.
Gadis berkerudung itu menangis, gadis berkerudung kondektur bus yang kehilangan semua setorannya hari itu.plus sebuah hp dan sejumlah uang miliknya pribadi...
uang setoran yang harus di tebusnya sekurang-kurangnya dengan dua bulan gajinya,seorang gadis yang seandainya dia itu adik atau kakakku pasti aku juga gak akan bisa tidur dengan nyenyak di malam-malam berikutnya...seorang gadis yang di coba,seorang gadis yang menangis.....
Sore yang mendung......
Setelah menunaikan sholat Ashar, tubuh ini sudah terpaku di dalam bus kecil yang ber AC itu,siap-siap meninggalkan stasiun bus itu untuk kesekian kalinya.
Sore yang berlangit gelap.....
Melepaskan pandangan dari kaca jendela, semua berlarian tertinggal di belakang.
Sore yang basah.....
Sebasah mata redup gadis manis berkertudung tadi.
posted by anyer-beach @ 1/08/2006 01:39:00 PM  
Thursday, October 06, 2005


.....hari esok tidak akan dapat merubah hari ini,
tapi hari ini dapat merubah hari esok....


sudah malam yang ketiga di bulan yang mulia ini,coba mendapatkan pintu keridhoan ILLAHI yang terbuka lebar itu.
Tadi sepulang taraweh sempat kumpul ama beberapa orang temen,basa basi menanyakan kepulangan mereka ketanah air lebaran ini,
aku mungkin gak bisa pulang, tanggung banget. Kontrak kerjaku tinggal sebulan lagi, mungkin desember akhir aku harus sudah mengepak tas untuk pulang kepelukan keluarga, jadi tanggung kalo lebaran ini aku pulang.
waktu yang tinggal menghitung bulan di satu tangan ini,mengimbas kembali tiga tahun lebih mengais rezeki di negeri asing, mencari segaris merah kehidupan, meninggalkan jejak-jejak yang gak akan pudar oleh memori, entah sampai kapan...ada bekas yang masih menempel, dan mengikuti,dan aku harap terus abadi hingga kealam yang tiada batas...INDAH istriku, semoga kamu "Istriku di dunia ini dan akhirat kelak, sayang"
posted by anyer-beach @ 10/06/2005 10:26:00 PM  
Friday, September 30, 2005

.......sebuah keajaiban lagi dlm idup gue, makasih ya ALLOH...bentar lagi gue jadi bapak.....semoga menjadi anak yang soleh....sekali lagi, terimakasih ya ALLOH atas karuniaMU.....
posted by anyer-beach @ 9/30/2005 04:14:00 PM  
Wednesday, August 03, 2005
no title


.....orang yang tak pernah jatuh itu hal biasa,
tapi orang yang setiap jatuh lalu bangun lagi, itu baru hal yang luar biasa.....
posted by anyer-beach @ 8/03/2005 01:45:00 PM  
Udah Lewat
Archives
sutbok
Name :
Web URL :
Messege :
Links
Affiliates
15n41n1